Minggu, 01 Februari 2009

Onggokan Sampah-sampah proletar

Hai kaum pekerja, kalianlah sang pencipta kapital.

Dari kerja kerasmu, kerja tubuhmu, selimut penindasan, dan penjara, makin kuat mencengkeram hidupmu.

Kalianlah yang dengan semangat menjejali setiap jengkal isi pabrik dengan beragam produk. Kalian juga yang membangun ribuan gedung-gedung bertingkat yang apik, sehingga kaum kaya bisa memiliki gaya hidup yang berselera.

Kalian, tanpa lelah bergerak meratakan bumi, mendirikan pancang bangunan, untuk tujuan yang menyengsarakan diri kalian sendiri.Kalian yang penuh semangat mengeruk isi bumi menghabiskan setiap yang ada hingga tandas.

Kalian pula yang membabati kehijauan hutan, mengeringkan sungai-danau, mencemari tanah-udara di sekelilingmu. Ini sebuah penindasan yang kau restui.

Mereka yang percaya mereka "bekerja" untuk tujuan mulia mesti gigit jari. Sebab kerja seorang dokter tak lebih tinggi dari akuntan, atau pembunuh bayaran atau seorang penjaga toko buku atau seorang pekerja di sebuah LSM anti-globalisasi. Atau seorang dokter yang bekerja untuk perusahaan farmasi multinasional yang menghabiskan ribuan monyet tak berdosa untuk bahan riset obat kecantikan atau seorang dosen filsafat yang menyuapi moral dan pengetahuan setiap hari bagi para mahasiswanya agar siap mengabdi pada kapital. Ataupun seorang pekerja di restoran siap saji macam Mac Donald, yang makin bosan dengan rasa Hamburger.

Meski demikian jelas, para dokter adalah orang yang menyiapkan kondisi kesehatan para pekerja agar terus siap diperas untuk kepentingan tuannya, sang pemilik kapital. Sedang para penjaja buku adalah perawat mental dengan toko buku sebagai "apotiknya".

Saat ini semua kerja untuk kapital dan tentu saja semua kerja untuk kapitalis dan penguasa, sama-sama menjijikan.

Meski demikian, kami tetap akan memulai perjuangan penghancuran kapital dari kondisi semacam itu. Kami maksimalkan setiap celah di dalam retakan sistem ini untuk menyuarakan kenyataan dan mimpi-mimpi kami.

Kami sadar, kami hidup di tengah sistem kapitalis, kami juga membutuhkan kapital untuk hidup, dan membiayai proyek-proyek kami.

Kami tidak berusaha membuat ilusi terhadap diri kami dengan seakan-akan tengah mendirikan sebuah sekte yang akan hidup di tengah-tengah gurun pasir. Sebab, tidak ada dari kami yang sepenuhnya hidup di luar kapital.

Karena itu kami sadar bahwa perubahan tidak bisa sebagian atau separuh-separuh namun mesti sekaligus.

Tidak ada perubahan harian, perubahan adalah perubahan total, atau tidak sama sekali.

Maka, selamat merayakan hari para pekerja Mayday.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar