Apa lagi yang kita cari
ketika pagi datang lagi entah untuk jam ke berapa
tak pernah pasti barangkali
Atau sebatas halusinasi,
Kenangan yang seketika. Deras menggema
dari layar televisi
Yang penuh manifesto, Peng- AtasNama -an dari segala, yang
tak perlu kita cari
tak usah kita nanti.
Karena senantiasa, ruap aroma debu perjalanan, dalam lebat
hujan senja kali ini
Senja yang itu-itu juga
Selalu gaib,
Kesekian
Waktu berdenyut
Entah pada detik keberapa
Minggu, 01 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar