BRENGSEK!!!
Hanya itu yang terlintas di kepalaku,
di malam jahanam itu,
saat semua luka yang belum kering, kau tikam lagi dengan pisau yang berkarat.....
Rasanya aku mengenal karat itu,
karat yang perlahan-lahan tercipta dari air surga yang selalu kau dambakan,
namun neraka bagiku......
Surga katamu,
karena tubuh adalah bait Allah,
namun bagiku itu hanya kata-kata pemanis mulut,
yang tercipta di atas sistem keyakinan yang dengan hormat kita sebut agama.......
KEPARAT!!!
Yang terlintas di hatiku,
saat pagi harinya aku harus membiasakan diri untuk tidak menyapamu,
terbayang malam malam kosong yang terlewatkan dengan sia-sia saja.....
Tempat-tempat yang pernah akrab,
bau bau tubuh yang intim,
bau pengap udara,
aroma tanah sehabis hujan,
yang dengan basa-basimu kau katakan, kau suka semua itu......
Salah satu dari kita tak pernah mau beranjak,
tak pernah mau mencoba mendengarkan yang lain,
kalau salah satu dari kita jadi penguasa,
tentu ia akan lebih kejam dari Hitler, Mussolini, Tsar Nicholas, maupun King Louis.....
Untung takdir memotongnya disini,
dengan pisau yang juga berkarat...........
Minggu, 01 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar