Minggu, 01 Februari 2009

Malam Jahanam

Lagi-lagi,
sudut itu membuatku rindu....

Terpal milik penjual kopi yang kosong dan basah karena hujan,
tempatku menunggu ujung malam hanya dengan seorang kawan,
dan si penjual kopi yang setia menunggu gerobaknya.....

Tempat itu pernah begitu indah,
tempat kau pernah menumpahkan senyummu,
yang sampai sekarang pun aku masih sering menikmatinya dari kejauhan.....

Tanah yang bau hujan,
jalanan yang lengang,
seperti tak pernah mengenal masa-masa itu.....

Aku ingin menikmati semuanya lagi,
senyummu,
rambutmu yang halus,
tawamu yang lepas......

Kadang aku berpikir,
sebegitu berbedanyakah kita,
atau hanya tak ingin saling memahami?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar